ZONACYBER.ID โ Melawi|KALBAR, 18 Mei 2026.
Pembangunan proyek Peningkatan Jalan Ella Hilir โ Menukung di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kini menjadi sorotan publik. Di balik proyek bernilai fantastis hampir Rp19,4 miliar yang dibiayai APBN itu, muncul pertanyaan tajam terkait penggunaan material batu yang diduga berasal dari aktivitas tambang galian C di Sungai Menukung milik CV. Rahadi Jaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Papan proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah tanggung jawab:
- Penyedia Jasa: PT Citra Bangkit Indonesia
- Konsultan Supervisi: PT Jakarta Rencana Selaras dan PT Fini Rekayasa Konsultan
Dengan rincian Proyek:
- Nomor Kontrak: HK 0201-Bpjn 12.8.4/356/2025
- Tanggal Kontrak: 22 Desember 2025
- Nilai Kontrak: Rp19.379.889.000
- Sumber Dana: APBN T.A. 2025โ2026
- Waktu Pelaksanaan: 180 Hari Kalender
- Masa Pemeliharaan: 365 Hari Kalender
Namun yang kini menjadi perhatian bukan sekadar pembangunan jalannya, melainkan asal material batu yang digunakan. Informasi di lapangan menyebut material diambil dari tambang galian C milik CV Rahadi Jaya di Kecamatan Menukung.
Sejumlah warga di sekitar wilayah Popai, Kecamatan Ella Hilir, mulai mempertanyakan kualitas material batu sungai yang digunakan dalam proyek tersebut. Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku heran mengapa batu sungai dipakai untuk pekerjaan peningkatan jalan negara.
โYang jadi pertanyaan kami, apakah batu dari sungai itu memang sudah tepat dan sesuai untuk proyek jalan sebesar ini? Jangan sampai baru beberapa tahun jalan sudah rusak,โ ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














