Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akhirnya menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat setelah polemik penilaian pada babak final memicu kemarahan Publik.
Keputusan itu muncul setelah video dan potongan jalannya lomba ramai beredar di Media Sosial. Sorotan Publik tertuju pada keputusan dewan juri yang dianggap kontroversial saat menilai jawaban peserta pada babak final. Polemik semakin membesar setelah muncul dugaan perlakuan tidak profesional selama kompetisi berlangsung.
Di tengah derasnya kritik, MC kegiatan tersebut akhirnya buka suara melalui unggahan di media sosial. Dalam surat pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram, MC bernama Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya saat memandu babak final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada 9 Mei 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam klarifikasinya, Shindy mengakui salah satu ucapannya yang menyebut, “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,โtidak pantas disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara. Ia menyadari pernyataan tersebut menimbulkan kekecewaan dan melukai sejumlah pihak, terutama peserta lomba, Guru pendamping, hingga Masyarakat yang mengikuti jalannya kompetisi.
Permintaan maaf itu justru mempertegas bahwa polemik dalam final LCC Empat Pilar bukan sekadar kesalahpahaman biasa. Publik menilai ucapan MC dan keputusan juri menunjukkan lemahnya Profesionalisme dalam penyelenggaraan lomba yang membawa nama Lembaga Negara.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














