ZONACYBER.ID – Sintang | Kalbar, 5 Mei 2026
Ini bukan sekadar jalan rusak, ini potret kelalaian yang dipelihara. Di Dusun Pintas Bersemi, Desa Nanga Tempunak, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalbar. Badan jalan yang menjadi Akses Utama Warga kini nyaris putus total. Longsor demi longsor terjadi, namun respons Pemerintah Kabupaten Sintang justru tenggelam sunyi, lamban, nyaris tak terlihat.
Sudah berbulan-bulan kerusakan ini dibiarkan menganga. Tanah tergerus, badan jalan retak parah, sebagian ambles, dan sisanya tinggal menunggu runtuh. Hari ini, longsor susulan kembali terjadi yang kedua kalinya, mengubah jalur itu dari sekadar rusak menjadi ancaman nyata. Motor nyaris tak bisa lewat, pejalan kaki pun harus berjudi dengan keselamatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih ironis, di tengah situasi genting ini, para pemangku kebijakan seperti kehilangan urgensi. Ketua Koordinator Bidang Advokasi DPW PROJAMIN Kalbar, Tedi Z.L, menyebut sikap ini bukan lagi lamban, tapi abai.
“Pejabat terkait di Sintang seperti diam tanpa tindakan. DPRD dari Dapil Sepauk dan Tempunak, Bupati Sintang, Dinas PUPR Sintang, Dinas Perkim Sintang, bahkan Inspektorat yang nampak tidak jelas Kontribusinya sebagai Lembaga Pemerintah untuk Kontrol dan Pengawasan yang dipercaya Negara, namun fungsinya seolah tidak bergerak. Anggaran jalan terus, tapi kinerja tak tampak,” tegasnya.
Jeritan yang Tak Lagi Pelan: “Viralkan Saja, Kami Takut Mati Tertimbun.” Di lapangan, suara Warga tak lagi sekadar keluhan ini peringatan. Mereka hidup di tepi longsor, secara harfiah.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














