Program ini juga menempatkan ekonomi kreatif berbasis UMKM sebagai motor utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif dunia yang inklusif dan berbasis budaya.
Dorong Pasar Domestik dan Akses Pembiayaan Berbasis Kekayaan Intelektual
Selain mendorong ekspor, Menteri Maman menekankan pentingnya memanfaatkan pasar domestik Indonesia yang besar sebagai kekuatan ekonomi dalam negeri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan lebih dari 250 juta penduduk, Indonesia berpotensi menjadi produsen sekaligus pasar utama. Kita harus jadi negara double gardan, kuat di dalam negeri dan agresif di luar negeri,” ujarnya.
Menteri Maman juga mengungkapkan salah satu langkah inovatif dalam pembiayaan UMKM, yakni dengan menggunakan kekayaan intelektual (KI) sebagai jaminan kredit.
Hal ini bertujuan untuk mengakui nilai ekonomi dari ide dan kreativitas.
“Kita harus mulai mengakui bahwa ide kreatif adalah aset nyata. Seperti karakter Minion, nilai ekonominya muncul ketika berhasil dikembangkan dan diterima pasar global. Ini yang ingin kami dorong melalui program AKSI 2025,” jelasnya.
Sumber : Humas Kementerian UMKM
Editor: Zonacyber.id (tim)***
Halaman : 1 2














