Kebebasan Pers Terancam Jika UKW Dijadikan Alat Seleksi Wartawan

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZONACYBER.IDNasional, 22 Desember 2025 

Pernyataan mengenai peran Pers dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) kembali mengemuka setelah Ketua Peradi SAI Purwokerto, H. Djoko Susanto, S.H. menegaskan bahwa fungsi utama Wartawan adalah menyampaikan informasi, bukan menentukan penilaian akhir atas suatu peristiwa.

Djoko Susanto menyampaikan bahwa tugas Jurnalis sebatas mengabarkan Fakta secara utuh dan berimbang kepada Publik. “Wartawan itu mengabarkan, bukan memutuskan,” ujarnya. Menurutnya, penilaian terhadap sebuah peristiwa sepenuhnya menjadi ranah Masyarakat dan mekanisme Hukum yang berlaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyinggung prinsip lama dalam dunia Jurnalistik, Bad News Is Good News, yang sering kali disalahartikan. Djoko menegaskan bahwa berita yang bersifat negatif bukan berarti meresahkan, melainkan bisa menjadi informasi penting bagi kepentingan Publik, selama disajikan secara akurat, proporsional, dan tidak dilandasi kepentingan tertentu.

Penegasan paling penting, sebagaimana dilansir dari Media WartaPerwira.com, yang disampaikan Djoko terkait posisi UKW, Sabtu (20/12/2025). Ia mengingatkan agar UKW tidak dijadikan Alat pembenaran untuk membatasi atau bahkan membungkam kerja Wartawan. “UKW jangan sampai menjadi Alat atau alasan untuk membungkam Wartawan,” tegasnya.

Peringatan tersebut dinilai Relevan di tengah munculnya kecenderungan sejumlah Lembaga Publik yang mulai membatasi akses Peliputan dengan alasan kepemilikan Sertifikat UKW. Praktik ini dipandang bertentangan dengan semangat Undang-Undang Pers yang secara tegas melarang segala bentuk penghambatan terhadap kerja Jurnalistik. Negara maupun Lembaga Publik tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang boleh atau tidak boleh meliput berdasarkan sertifikasi tertentu.

Lebih lanjut, UKW seharusnya ditempatkan sebagai Sarana Pembinaan dan peningkatan Profesionalisme Wartawan, bukan sebagai Instrumen seleksi Administratif. Pers yang sehat justru tumbuh dari Keterbukaan, Keberagaman latar belakang, serta Penegakan Kode Etik yang berjalan secara Independen, bukan dari penyeragaman dan pembatasan.

Karena itu, pernyataan Ketua PWI Jawa Tengah perlu dipahami secara Proporsional. Upaya mendorong kualitas Pers tidak boleh dilakukan dengan cara yang berpotensi menggerus Kebebasan Pers itu sendiri. Profesionalisme Jurnalistik, sebagaimana ditegaskan, dibangun melalui Pendidikan berkelanjutan, Konsistensi dalam menegakkan Kode Etik, serta Keberanian menjaga Independensi Pers dari segala bentuk tekanan.

Mencerahkan Publik memang menjadi tujuan ideal Jurnalisme. Namun, Pers yang sehat hanya dapat lahir dari kebebasan untuk menyampaikan fakta secara bertanggung jawab, bukan dari penilaian sepihak yang berpotensi membatasi ruang gerak Wartawan.

Sumber: WartaPerwira.com

ZC.ID [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dikbud Kubu Raya Klaim Kasus SDN 12 Sungai Kakap Selesai, Publik Desak Transparansi
Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum
Ketua DPW PROJAMIN KALBAR (Eko Jatmiko) Semprot Keras Pemerintah: Jalan Hancur dan Jembatan Mangkrak Bukti Kelalaian Nyata
Dituduh Tanpa Fakta, ‘Pak De (N)’ Bantah Keras Isu Penyelewengan BBM Subsidi
Kasus Tambang Memanas: Pejabat ESDM Diperiksa, Indikasi Korupsi Kian Terang
Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Klarifikasi PPK atas Sorotan Publik Proyek Tebing Sungai Melawi Rp 20 Miliar
DUEL PANAS DIMULAI! PEREMPAT FINAL LIGA CHAMPIONS 2025/2026 RESMI BERGULIR, MADRID VS BAYERN JADI SOROTAN UTAMA
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:13 WIB

Dikbud Kubu Raya Klaim Kasus SDN 12 Sungai Kakap Selesai, Publik Desak Transparansi

Rabu, 15 April 2026 - 17:26 WIB

Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum

Senin, 13 April 2026 - 17:53 WIB

Ketua DPW PROJAMIN KALBAR (Eko Jatmiko) Semprot Keras Pemerintah: Jalan Hancur dan Jembatan Mangkrak Bukti Kelalaian Nyata

Sabtu, 11 April 2026 - 12:24 WIB

Kasus Tambang Memanas: Pejabat ESDM Diperiksa, Indikasi Korupsi Kian Terang

Rabu, 8 April 2026 - 21:16 WIB

Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC

Berita Terbaru