- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZONACYBER.ID — Pontianak |  Kalimantan Barat, 2 Januari 2026

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Dr. Herman Hofi Munawar, S.H., menilai persoalan kelangkaan dan carut-marut distribusi BBM bersubsidi jenis Solar di Kalimantan Barat hingga awal tahun 2026 merupakan cerminan dari kelalaian sistemis dalam tata kelola kebijakan publik, bukan sekadar persoalan teknis di tingkat lapangan.

Ia menyebut, fenomena antrean panjang truk di hampir seluruh SPBU—baik di dalam Kota Pontianak maupun di wilayah luar kota menjadi indikator kuat bahwa sistem pengawasan dan penertiban distribusi Solar bersubsidi tidak berjalan efektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hingga awal 2026 ini, pendistribusian Solar bersubsidi masih sangat mengecewakan. Kelangkaan yang ditandai antrean panjang kendaraan truk di SPBU terjadi hampir merata. Ini bukan lagi masalah teknis, melainkan kelalaian sistemis, atau bahkan patut diduga ada unsur pembiaran,” ujar Herman Hofi, Rabu (1/1/2026).

Menurutnya, akar persoalan terletak pada lemahnya pengawasan yang bersifat substantif serta tidak tegasnya penegakan sanksi terhadap SPBU maupun pihak-pihak yang menyalahgunakan Solar bersubsidi.

Dari perspektif kebijakan publik, Herman menegaskan bahwa PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, serta Hiswana Migas merupakan pihak-pihak yang memikul tanggung jawab utama atas buruknya tata kelola distribusi tersebut.

“Secara faktual, mereka telah gagal menjalankan tugas dan fungsi pengawasan serta penertiban. Pertamina Patra Niaga bukan sekadar badan usaha biasa, melainkan perpanjangan tangan negara yang mengemban mandat publik,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧, 𝐏𝐫𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐏𝐨𝐧𝐭𝐢𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐧𝐜𝐚𝐦 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧
Forum Strategis di Pontianak Bahas KUHP Baru, Penegak Hukum Didorong Seragamkan Interpretasi Delik
Diduga Gunakan Jalur Tak Resmi, Penyaluran BBM di APMS 67.787.01 Mentebah Tuai Sorotan Publik
Jalan Bak Kubangan Maut, DPR dan Pemerintah Dinilai Gagal Urus Nasib Warga Pedalaman Sintang
Akses Vital Jadi Jalur Penderitaan, Jalan Simpang Mumbung–Nanga Siyai Makin Parah Tanpa Solusi
Jembatan Mengkurai Nyaris Ambruk, Publik: Pemkab Sintang Masihkah Ada Hati Untuk Masyarakatnya?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Perjalanan Kereta Lumpuh dan Penumpang Panik
Jalan Sintang–Semubuk Ketungau Makin Hancur, Anggaran Rp5 Miliar Malah Raib Tanpa Jejak
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:05 WIB

𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧, 𝐏𝐫𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐏𝐨𝐧𝐭𝐢𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐧𝐜𝐚𝐦 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:54 WIB

Forum Strategis di Pontianak Bahas KUHP Baru, Penegak Hukum Didorong Seragamkan Interpretasi Delik

Kamis, 30 April 2026 - 22:02 WIB

Diduga Gunakan Jalur Tak Resmi, Penyaluran BBM di APMS 67.787.01 Mentebah Tuai Sorotan Publik

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Jalan Bak Kubangan Maut, DPR dan Pemerintah Dinilai Gagal Urus Nasib Warga Pedalaman Sintang

Kamis, 30 April 2026 - 10:29 WIB

Akses Vital Jadi Jalur Penderitaan, Jalan Simpang Mumbung–Nanga Siyai Makin Parah Tanpa Solusi

Berita Terbaru