Panglima Asap Sentil Keras BPJN Kalbar: Proyek Jalan Perbatasan Rp233 Miliar Tak Kunjung Tuntas, Penutupan Jalan Cuma Modal WhatsApp

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZONACYBER.ID – Sintang | Kalbar, 27 April 2026.

Andreas alias Panglima Asap melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN/B2PJN) Kalimantan Barat terkait proyek jalan perbatasan Sekayam/Entikong – Rasau II yang dinilai penuh kejanggalan, lamban, dan jauh dari kata profesional.

Proyek bernilai fantastis sekitar **Rp233,8 miliar yang dimulai sejak 2017, hingga memasuki 2026 disebut belum juga memberikan hasil memuaskan. Publik pun bertanya-tanya: ini Proyek Pembangunan jalan, atau Proyek memelihara alasan?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andreas menyoroti kebijakan penutupan akses Jalan Paralel Perbatasan akibat pekerjaan rehabilitasi Jembatan Ketungau Satu Sungai Pisau di Kecamatan Ketungau Hulu. Yang menjadi sorotan bukan hanya penutupannya, tetapi cara penyampaiannya yang disebut hanya beredar melalui pesan WhatsApp.

“Jalan Negara ditutup, Masyarakat terdampak, tapi pengumumannya seperti undangan arisan. Mana Surat Resmi, mana dasar Hukumnya, mana tanggung jawab Lembaganya?” sindir Andreas, Senin (27/4/2026).

Dalam edaran tersebut, akses jalan ditutup bagi kendaraan roda empat dan roda enam, kecuali ambulans dan kendaraan darurat, mulai pukul 10.00 WIB hingga dini hari. Namun menurut Andreas, keputusan yang berdampak luas seperti itu seharusnya diumumkan secara resmi, terbuka, dan disertai informasi lengkap, bukan sekadar pesan berantai.

Ia juga mempertanyakan tidak adanya Papan Proyek, nilai Anggaran pekerjaan, serta Identitas Kontraktor Pelaksana rehabilitasi jembatan. Menurutnya, minimnya keterbukaan informasi justru menimbulkan kecurigaan Publik.

“Kalau Uang Negara dipakai, Rakyat berhak tahu. Berapa Anggarannya, siapa Kontraktornya, siapa pengawasnya. Jangan Proyek miliaran tapi Informasinya gelap gulita,” tegasnya.

Andreas turut menyinggung Proyek besar jalan batas Sekayam/Entikong – Rasau II yang sempat dikerjakan PT Conbloc Infratecno, namun kontraknya diputus pada 2019. Hingga kini, sejumlah ruas jalan dari Balai Karangan menuju Senaning hingga simpang Rasau disebut masih banyak yang rusak parah.

Menurutnya, pemutusan Kontrak itu pun menyisakan tanda tanya besar. Publik tidak pernah mendapat penjelasan terbuka mengenai progres pekerjaan, sisa anggaran, maupun potensi kerugian negara.

“Kontrak diputus, jalan rusak, Rakyat tetap susah lewat. Lalu siapa yang bertanggung jawab? Jangan sampai yang putus cuma kontrak, tapi tanggung jawab ikut hilang,” cetusnya.

Karena itu, Andreas mendesak KPK, Polda Kalbar, Kejaksaan Agung, dan Kejati Kalbar turun tangan mengaudit ulang seluruh proyek tersebut, termasuk memeriksa kontraktor, pejabat satker, hingga PPK yang terlibat saat itu.

“Kalau memang bersih, buka semua datanya. Tapi kalau ada permainan, jangan cuma jalan yang dibongkar pelakunya juga harus dibuka ke Publik,” pungkasnya.

Jika ada Pihak yang merasa dirugikan oleh Pemberitaan ini dan ingin memberikan klarifikasi atau hak jawab, Media dengan senang hati akan merespon dan menindaklanjuti.

ZC.ID // TIMRED [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Sintang–Semubuk Ketungau Makin Hancur, Anggaran Rp5 Miliar Malah Raib Tanpa Jejak
Proyek PUPR Sintang Rp 6 Miliar Dipertanyakan, Baru Selesai Sudah Rusak di Masa Pemeliharaan
Warga Bayar Pajak, Dapat Lumpur: Jalan Provinsi di Ketungau Hilir Jadi Bukti Kelalaian Nyata
Kapolsek Belitang Hilir Turun ke Entabuk, PETI “Tak Ditemukan” Tapi Warga Tetap Diimbau
Proyek Jalan Puluhan Miliar di Sintang Disorot: Drainase Retak Dini, Dugaan Solar Subsidi Ikut Dimainkan
Tim Gabungan Berhasil Evakuasi 8 Korban Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau
Dikbud Kubu Raya Klaim Kasus SDN 12 Sungai Kakap Selesai, Publik Desak Transparansi
Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:51 WIB

Panglima Asap Sentil Keras BPJN Kalbar: Proyek Jalan Perbatasan Rp233 Miliar Tak Kunjung Tuntas, Penutupan Jalan Cuma Modal WhatsApp

Sabtu, 25 April 2026 - 20:05 WIB

Jalan Sintang–Semubuk Ketungau Makin Hancur, Anggaran Rp5 Miliar Malah Raib Tanpa Jejak

Jumat, 24 April 2026 - 12:02 WIB

Proyek PUPR Sintang Rp 6 Miliar Dipertanyakan, Baru Selesai Sudah Rusak di Masa Pemeliharaan

Kamis, 23 April 2026 - 17:13 WIB

Warga Bayar Pajak, Dapat Lumpur: Jalan Provinsi di Ketungau Hilir Jadi Bukti Kelalaian Nyata

Rabu, 22 April 2026 - 17:02 WIB

Kapolsek Belitang Hilir Turun ke Entabuk, PETI “Tak Ditemukan” Tapi Warga Tetap Diimbau

Berita Terbaru