ZONACYBER.ID – Sintang | Kalbar, 27 April 2026.
Andreas alias Panglima Asap melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN/B2PJN) Kalimantan Barat terkait proyek jalan perbatasan Sekayam/Entikong โ Rasau II yang dinilai penuh kejanggalan, lamban, dan jauh dari kata profesional.
Proyek bernilai fantastis sekitar **Rp233,8 miliar yang dimulai sejak 2017, hingga memasuki 2026 disebut belum juga memberikan hasil memuaskan. Publik pun bertanya-tanya: ini Proyek Pembangunan jalan, atau Proyek memelihara alasan?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Andreas menyoroti kebijakan penutupan akses Jalan Paralel Perbatasan akibat pekerjaan rehabilitasi Jembatan Ketungau Satu Sungai Pisau di Kecamatan Ketungau Hulu. Yang menjadi sorotan bukan hanya penutupannya, tetapi cara penyampaiannya yang disebut hanya beredar melalui pesan WhatsApp.
โJalan Negara ditutup, Masyarakat terdampak, tapi pengumumannya seperti undangan arisan. Mana Surat Resmi, mana dasar Hukumnya, mana tanggung jawab Lembaganya?โ sindir Andreas, Senin (27/4/2026).
Dalam edaran tersebut, akses jalan ditutup bagi kendaraan roda empat dan roda enam, kecuali ambulans dan kendaraan darurat, mulai pukul 10.00 WIB hingga dini hari. Namun menurut Andreas, keputusan yang berdampak luas seperti itu seharusnya diumumkan secara resmi, terbuka, dan disertai informasi lengkap, bukan sekadar pesan berantai.
Ia juga mempertanyakan tidak adanya Papan Proyek, nilai Anggaran pekerjaan, serta Identitas Kontraktor Pelaksana rehabilitasi jembatan. Menurutnya, minimnya keterbukaan informasi justru menimbulkan kecurigaan Publik.
Halaman : 1 2 Selanjutnya













