ZONACYBER.ID – Melawi | Kalbar, 6 April 2026.
Lapor pak Kapolda Kalbar, diduga kuat praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kembali mencuat di Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi. Warga menemukan indikasi adanya penyimpanan solar dalam jumlah besar diduga milik pengawas SPBU sayan (Arif), yang diduga mencapai sekitar 6 drum, di sebuah lokasi yang berkaitan dengan aktivitas distribusi BBM Bersubsidi dari SPBU 66.796.04 Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalbar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan tersebut memperkuat kecurigaan masyarakat bahwa solar yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan umum justru dialihkan untuk kepentingan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Dilihat kondisi saat di lapangan, ada sekitar 6 drum. Ini bukan jumlah kecil, kuat dugaan memang untuk kebutuhan PETI,” ujar seorang warga kepada awak media, Senin,06/04/26 yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga mengeluhkan kondisi di SPBU, di mana BBM jenis solar kerap habis dalam waktu singkat setiap harinya. Setiap datang siang, kadang solar sudah kosong.Kami yang butuh untuk kerja malah tidak kebagian,” tambah warga lainnya.
Selain itu, masyarakat turut menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak APH, termasuk aparat penegak hukum di tingkat Polsek. Mereka menilai pengawasan yang dilakukan selama ini tidak berjalan efektif.
“Pengawasan seperti hanya formalitas. Padahal dugaan kuat justru dari pihak pengelola sendiri yang bermain,” ungkap warga.
Praktik seperti ini dinilai sangat merugikan masyarakat luas, terutama bagi kelompok yang berhak mendapatkan BBM subsidi seperti petani dan nelayan.
Warga mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk menelusuri alur distribusi solar dari SPBU hingga ke lokasi penimbunan, serta mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.
Sebelumnya Awak Media juga sempat melakukan Konfirmasi dengan Arif melalui pesan singkat di WhatsApp, akan tetapi Arif sendiri menjelaskan bahwa BBM jenis solar 6 drum dan kendaran mobil untuk mengangkut tersebut bukan miliknya.
Padahal Mawak Media saat meliput dilapangan, jelas mendapatkan informasi dugaan BBM Solar tersebut justru sebaliknya, yaitu milik Arif sendiri hingga berita ini diterbitkan.
Publik juga mendesak pihak Polda Kalbar, Polres Melawi serta APH terkait, agar mengusut tuntas kasus tersebut, karena dugaan adanya Oknum APH yang ikut bermain dan turut serta dalam pelanggaran yang sering terjadi di Wilayah pedalaman, khusunya seperti di Kecamatan Sayan.
ZC.ID [*]














