Zonacyber.id – Sintang (KALBAR), 26/05/2025.
Dari hasil penelusuran awak Media kepada saudara Daniel, orang yang dipercaya Apin untuk mengelola tempat usaha penampungan kayu miliknya di Jl.YC Oevang Oeray, Desa Sungai Ana, Kecamatan Sintang, Kalimantan Barat, penuh dengan kebohongan.
Berdasarkan dari hasil rekaman suara yang di input oleh awak Media kepada saudara Daniel melalui telepon WhatsApp, awak Media Menilai Daniel telah banyak berbohong tentang keberadaan kayu olahan yang ada di penampungan kayu tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun kebohongan dari Daniel itu sendiri sebelumnya sudah tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan, pada saat salah satu awak Media berusaha membeli kayu sambil menginvestigasi dan menanyakan kepada Daniel tentang dari mana kayu tersebut berasal pada Kamis, 22 Mei 2025.
Rekaman pembicaraan awak media bersama daniel.
Menurut penjelasan Daniel kepada awak Media pada saat itu, dia menjelaskan: “Sebenarnya kayu- kayu ini ada yang berasal dari daerah Melawi dan dari Kapuas Hulu.
Kalau dari Daerah Melawi kayu-kayunya banyak yang kurang baik alias bengkok, sedangkan kalau dari Daerah Kapuas Hulu kayu-kayunya banyak bagus dan kuat,” terangnya.
“Harga kayu-kayu tersebut juga berbeda-beda dan itu tergantung jenis kayunya dan kelasnya. Kalau kayunya bagus dan kuat tentulah harganya agak diatas sedikit dibandingkan dengan kayu yang agak bengkok, karena sesuai dengan kelasnya,” sambungnya.
Dalam hal ini, Saudara Daniel sendiri memberikan penjelasan yang tidak sesuai dan tidak sinkron dengan apa yang di sampaikan nya, saat hari berikutnya di hubungi kembali oleh awak Media dan berkomunikasi langsung via telepon WhatsApp dan berhasil terekam di Telepon seluler pada Jum’at, 23 Mei 2025.
Dari hasil rekaman awak Media, Daniel malah menjelaskan dengan argumen yang berbeda tentang kayu-kayu tersebut seolah-olah hanya sebagai titipan sesuai pesanan dari orang lain yang di tawarkan kepadanya.
Menurutnya, “Kayu itu hanya ukuran kecil bang dan itu kayu-kayu lokal dari beberapa orang yang menawarkan kepada kita. Kalau kayu itu murah ya kita beli, atau pas stok kayu juga kurang maka kita beli sesuai kecocokan harga yang agak murah,” jelasnya.
Saat Awak media menanyakan sumber kayu berasal kepada Daniel, “kami tak pernah beli kayu dari Melawi bg. Kalau dari Kapuas Hulu, kadang kadang ada yang ngantar dalam 3 mingguan gitu bg dan beli- beli gitu lah bang. Ada yang juga menawarkan kayu dan siap mengantarkan pakai mobil Pickup, kita bilang nanti dulu lah, mungkin kamipun untuk sementara mau istirahat dulu.”
“Kamipun hanya terima kayu kecil, yang sudah jadi dan tidak ada sistem belah seperti yang diberitakan oleh Media. Kami hanya terima kayu yang sudah jadi.”
Daniel pun menambahkan saat kembali di pertanyakan oleh awak Media, dan dia menjelaskan, “baru-baru ini juga ada dua orang oknum Polres Sintang yang kesini menanyakan hal itu. Lihat-lihat kesini dan kami bilang tidak ada mesin belah, sayapun lupa dengan namanya bang,” ungkapnya saat mengakhiri komunikasi via telpon.
Media juga masih mengikuti perkembangan terkait masalah penampungan kayu olahan dari luar daerah, yang diduga di selundupkan secara Ilegal dari Kabupaten lain di luar Kabupaten Sintang, hingga berita ini di tayangkan ke Publik.
Zonacyber.id // TimRed [*]














