ZONACYBER.ID – Sintang | KALBAR, 4 April 2026.
Buruknya Infrastruktur jalan di Wilayah pedalaman kembali menunjukkan dampak nyatanya. Sebuah ambulans yang membawa jenazah dari RSUD Serawai menuju Kampung Nalai Cepuri terpaksa berhenti di tengah perjalanan setelah gagal menanjak di jalan berlumpur dan licin, Jumat (3/4/2026).
Peristiwa ini bukan sekadar Insiden Teknis, melainkan cerminan nyata lemahnya perhatian terhadap akses dasar Masyarakat di Wilayah Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalbar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalan yang seharusnya menjadi Urat Nadi Mobilitas justru berubah menjadi penghambat, bahkan dalam situasi duka yang membutuhkan penanganan cepat dan layak.
Menurut keterangan pendamping perjalanan, yang enggan disebutkan namanya, menuturkan,”kondisi jalan yang rusak parah membuat mobil ambulans kehilangan traksi saat mencoba menanjak. Upaya melanjutkan perjalanan pun gagal, memaksa rombongan menghentikan pengantaran Jenazah sebelum mencapai kampung tujuan,” terangnya.
“Sangat memprihatinkan. Kami membawa jenazah, tapi harus terhenti karena jalan tidak bisa dilalui. Saya sampai harus meminta maaf kepada keluarga karena tidak bisa mengantar sampai ke rumah duka,” ujarnya dengan nada kesal.
Kejadian ini menambah panjang daftar keluhan Warga terkait akses Transportasi di kawasan tersebut. Ironisnya, persoalan jalan rusak bukan hal baru, namun hingga kini belum terlihat penanganan yang signifikan. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam Aktivitas Ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek Kemanusiaan paling mendasar.
Keterbatasan akses ini memperlihatkan ketimpangan pelayanan Publik yang masih terjadi. Di saat Wilayah lain menikmati jalan layak, Masyarakat di pedalaman justru harus berjibaku dengan kondisi ekstrem bahkan untuk mengantar Jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, Warga masih berupaya mencari cara agar jenazah dapat sampai ke Kampung Nalai Cepuri, meski harus menghadapi medan berat dengan cara manual.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dan pihak terkait. Tanpa perbaikan konkret, kondisi serupa sangat mungkin terus berulang dan lagi-lagi Masyarakat kecil yang harus menanggung akibatnya.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dan respon dari pihak Pemerintah Sintang, baik dari DPRD, Pemkab Sintang maupun Instansi terkait terhadap permasalahan tersebut.
ZC.ID // TIMRED [*]














