Zonacyber.id – Tel Aviv | ISRAEL, (20/06/2025).
Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah serangan rudal besar-besaran dilancarkan Iran ke wilayah Israel pada Kamis malam, 19 Juni 2025. Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk di Rumah Sakit Soroka, salah satu pusat layanan medis terbesar di wilayah selatan Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pernyataan pers yang disiarkan secara nasional, mengungkapkan kemarahannya terhadap serangan tersebut. Ia menuding Iran secara terang-terangan menyerang fasilitas sipil dan menyebutnya sebagai aksi provokasi yang akan dibalas dengan “harga penuh”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iran menargetkan warga sipil. Mereka menyerang rumah sakit, gedung apartemen, dan tempat perlindungan. Kami tidak akan tinggal diam. Israel akan membalas dengan kekuatan penuh. Kami akan terus melumpuhkan fasilitas senjata nuklir, peluncur rudal, dan infrastruktur militer mereka. Ini bukan hanya tentang Israel, ini tentang keamanan global,” tegas Netanyahu dengan nada tinggi.
Serangan Rudal dan Dampaknya
Menurut laporan militer Israel, puluhan rudal balistik jarak menengah dan drone kamikaze diluncurkan dari wilayah Iran pada pukul 02.45 dini hari waktu setempat. Salah satu rudal menghantam gedung bedah di kompleks Soroka Medical Center yang terletak di kota Be’er Sheva, sekitar 80 km dari perbatasan Gaza. Beruntung, gedung tersebut telah dikosongkan dua hari sebelumnya karena kekhawatiran akan eskalasi konflik.
Ledakan besar terdengar hingga radius beberapa kilometer dari lokasi, memicu kepanikan di antara warga yang berlindung di tempat-tempat perlindungan darurat. Sejumlah fasilitas umum lain, termasuk apartemen bertingkat di Tel Aviv dan daerah padat penduduk lainnya, juga mengalami kerusakan akibat serpihan rudal dan gelombang kejut.
Pihak rumah sakit dalam keterangannya menyatakan bahwa sejak serangan terjadi, Soroka hanya menerima pasien dalam kondisi kritis dan menutup pelayanan rawat inap reguler. Soroka Medical Center diketahui memiliki lebih dari 1.000 tempat tidur dan melayani lebih dari satu juta jiwa di wilayah selatan Israel.
Israel Balas Serangan: Target Fasilitas Nuklir Iran
Tak lama berselang, Angkatan Udara Israel (IAF) meluncurkan operasi militer balasan berskala besar ke beberapa wilayah di Iran. Target utama adalah lokasi yang diduga menjadi fasilitas pengembangan senjata nuklir dan pusat komando peluncur rudal Iran.
Sumber militer menyebutkan bahwa serangan udara diarahkan ke fasilitas di Natanz, Fordow, serta pangkalan militer dan intelijen di sekitar Teheran dan Isfahan. Jet tempur Israel F-35 dilaporkan berhasil menembus pertahanan udara Iran dan menjatuhkan bom presisi tinggi di beberapa titik strategis.
“Kami menargetkan ancaman eksistensial terhadap Israel dan dunia. Ini bukan hanya balasan, ini adalah tindakan pencegahan terhadap program senjata nuklir ilegal Iran,” ujar juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari.
Respons Iran: “Kami Tak Menyerang Fasilitas Sipil”
Menanggapi tuduhan Israel, juru bicara militer Iran, Brigjen Reza Falah, menyatakan bahwa rudal mereka diarahkan hanya ke pangkalan militer dan fasilitas intelijen Israel yang berada di sekitar Taman Teknologi Gavyam, yang lokasinya berdekatan dengan Rumah Sakit Soroka.
“Kami tidak menargetkan rumah sakit atau permukiman. Jika ada kerusakan pada fasilitas sipil, itu adalah akibat sistem pertahanan udara Israel sendiri yang gagal menghadang rudal tepat waktu,” ujarnya dalam siaran media pemerintah Iran, Press TV.
Falah menambahkan bahwa serangan ini adalah bagian dari respons terhadap serangkaian sabotase dan pembunuhan ilmuwan Iran yang diduga dilakukan oleh Mossad, dinas intelijen Israel, dalam beberapa tahun terakhir.
Ketegangan Menuju Krisis Regional?
Komunitas internasional menyatakan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang bisa meluas menjadi perang terbuka di kawasan. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa mendesak kedua belah pihak menahan diri, sembari menyatakan komitmen untuk menjaga stabilitas di Timur Tengah.
Namun, para analis militer menilai bahwa konflik ini sudah berada di jalur yang sulit dikendalikan. Keterlibatan langsung Israel dan Iran dalam serangan terbuka dapat menyeret negara-negara sekutu, termasuk Hizbullah di Lebanon, dan bahkan memicu konfrontasi militer skala besar di kawasan Teluk.
Situasi terkini menunjukkan bahwa pertempuran belum mereda. Warga Israel kini hidup dalam kewaspadaan tinggi, sementara militer Israel berada dalam siaga tempur penuh. Iran pun memperkuat pertahanannya di kawasan strategis dan bersiap menghadapi kemungkinan gelombang serangan lanjutan.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: zc.id














