Pihak rumah sakit dalam keterangannya menyatakan bahwa sejak serangan terjadi, Soroka hanya menerima pasien dalam kondisi kritis dan menutup pelayanan rawat inap reguler. Soroka Medical Center diketahui memiliki lebih dari 1.000 tempat tidur dan melayani lebih dari satu juta jiwa di wilayah selatan Israel.
Israel Balas Serangan: Target Fasilitas Nuklir Iran
Tak lama berselang, Angkatan Udara Israel (IAF) meluncurkan operasi militer balasan berskala besar ke beberapa wilayah di Iran. Target utama adalah lokasi yang diduga menjadi fasilitas pengembangan senjata nuklir dan pusat komando peluncur rudal Iran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber militer menyebutkan bahwa serangan udara diarahkan ke fasilitas di Natanz, Fordow, serta pangkalan militer dan intelijen di sekitar Teheran dan Isfahan. Jet tempur Israel F-35 dilaporkan berhasil menembus pertahanan udara Iran dan menjatuhkan bom presisi tinggi di beberapa titik strategis.
“Kami menargetkan ancaman eksistensial terhadap Israel dan dunia. Ini bukan hanya balasan, ini adalah tindakan pencegahan terhadap program senjata nuklir ilegal Iran,” ujar juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari.
Respons Iran: “Kami Tak Menyerang Fasilitas Sipil”
Menanggapi tuduhan Israel, juru bicara militer Iran, Brigjen Reza Falah, menyatakan bahwa rudal mereka diarahkan hanya ke pangkalan militer dan fasilitas intelijen Israel yang berada di sekitar Taman Teknologi Gavyam, yang lokasinya berdekatan dengan Rumah Sakit Soroka.
“Kami tidak menargetkan rumah sakit atau permukiman. Jika ada kerusakan pada fasilitas sipil, itu adalah akibat sistem pertahanan udara Israel sendiri yang gagal menghadang rudal tepat waktu,” ujarnya dalam siaran media pemerintah Iran, Press TV.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














