Zonacyber.id – Tel Aviv | ISRAEL, (21 Juni 2025).
Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone terbesar dalam sejarah konfliknya dengan Israel. Hanya dalam hitungan jam, jantung kota Israel seperti Tel Aviv dan Haifa berubah menjadi kawasan tak layak huni akibat gempuran udara yang nyaris tanpa henti. Operasi militer Iran yang disebut True Promise 3 telah menyasar berbagai target strategis seperti pangkalan udara, pelabuhan, hingga fasilitas infrastruktur penting Israel.
Pada Minggu malam hingga Senin dini hari, gelombang serangan terkoordinasi dari Iran mengakibatkan kehancuran luas. Suara sirene menggema di seluruh negeri, sementara langit Tel Aviv dihiasi cahaya rudal balasan Iron Dome yang tampak kewalahan. Pertahanan udara Israel yang selama ini diandalkan tampak tak mampu membendung gempuran ratusan rudal dan drone yang menghujani wilayahnya dari arah Iran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Juru Bicara IDF Brigjen Evi Devrin mengonfirmasi bahwa sekitar 65 rudal balistik dan puluhan drone telah diluncurkan dalam dua gelombang serangan. Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas, termasuk akibat serangan yang menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv. Beberapa rumah sakit, termasuk Ichilov Hospital, juga melaporkan korban luka, sementara banyak ruang aman di wilayah serangan tidak mencukupi untuk menampung warga.
Iron Dome Tembus, Infrastruktur Israel Hancur
Rudal Iran berhasil menembus beberapa lapisan pertahanan udara Israel dan menghantam target sensitif seperti bandara internasional, pelabuhan Haifa, dan bahkan pembangkit listrik utama di Haifa yang terlihat terbakar hebat. Akibatnya, pemerintah Israel menutup semua wilayah udara, sekolah, dan perkantoran secara nasional.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














