Menurut data resmi, sejak serangan dimulai, lebih dari 270 rudal telah ditembakkan Iran dan setidaknya 22 di antaranya berhasil menembus Iron Dome, yang selama ini dikenal memiliki efektivitas pencegatan 90%.
Keberhasilan serangan ini membuat para analis bertanya-tanya mengenai kelemahan sistem Iron Dome. Para ahli militer menyebutkan bahwa Israel tidak siap menghadapi kombinasi rudal balistik, rudal hipersonik, dan drone canggih dalam jumlah besar secara bersamaan, sehingga sistem pertahanan tersebut menjadi lumpuh sesaat.
Iran Gunakan Rudal Hipersonik Fattah-1
Iran disebut menggunakan berbagai jenis rudal, termasuk rudal balistik jarak menengah Emad dan Ghadr-1, serta rudal hipersonik Fattah-1 yang mampu melesat dengan kecepatan hingga 16.000 km/jam. Proyektil canggih ini diduga menjadi senjata utama dalam menembus sistem Iron Dome.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber-sumber dari militer AS memperkirakan Iran memiliki inventaris sekitar 3.000 rudal balistik sebelum konflik ini memanas. Sebagian besar dari rudal tersebut diproduksi dalam negeri, menunjukkan kemandirian dan kekuatan industri militer Iran.
Israel Bersiap Melancarkan Balasan
Kementerian Pertahanan Israel telah memperingatkan akan adanya serangan balasan besar-besaran terhadap infrastruktur militer Iran, terutama di wilayah utara Teheran. Beberapa wilayah Iran telah dihantam rudal Israel, termasuk siaran langsung televisi nasional Iran yang terganggu karena terkena dampak ledakan.
Dalam dokumen rahasia yang bocor ke media, disebutkan bahwa Israel sempat merencanakan pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menandai eskalasi serius dalam dinamika konflik ini.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














