Ketegangan India-Pakistan Belum Usai: Ancaman Senjata Nuklir dan Nasionalisme Agama Picu Konflik Baru

- Penulis

Selasa, 13 Mei 2025 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik India-Pakistan terbaru picu kekhawatiran baru. Senjata nuklir dan nasionalisme agama memperbesar risiko perang di Asia Selatan. Foto ilustrasi sumber screenshot youtube Al Jazeera English

i

Konflik India-Pakistan terbaru picu kekhawatiran baru. Senjata nuklir dan nasionalisme agama memperbesar risiko perang di Asia Selatan. Foto ilustrasi sumber screenshot youtube Al Jazeera English

Zonacyber.ID, New Delhi – Konflik antara India dan Pakistan kembali mengancam stabilitas Asia Selatan.

Meski ketegangan mereda setelah bentrokan selama empat hari, banyak pihak khawatir bahwa ini bukanlah akhir dari ketegangan, melainkan awal dari konflik baru yang lebih sering terjadi.

Faktor utama pemicu kekhawatiran ini adalah penggunaan senjata nuklir dan menguatnya nasionalisme agama di kedua negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konflik terbaru menunjukkan penggunaan teknologi militer terbaru, termasuk drone bersenjata yang beroperasi dalam jumlah besar di sepanjang perbatasan dan menembus wilayah dalam kedua negara.

Serangan ini bahkan mencapai pangkalan militer strategis, memaksa kedua negara untuk siaga penuh dan meningkatkan status militer mereka.

Hanya intervensi diplomatik internasional yang akhirnya menghentikan eskalasi, termasuk tekanan dari Amerika Serikat dan negara-negara Teluk.

Namun, tidak ada tanda-tanda bahwa hubungan diplomatik antara India dan Pakistan akan membaik.

Kedua negara masih saling curiga, terutama setelah India menyatakan tidak akan lagi mematuhi perjanjian sungai yang sangat penting bagi Pakistan.

Menurut analis militer India, Srinath Raghavan, sebagian besar konflik India-Pakistan di masa lalu dihentikan karena campur tangan internasional. Namun, kali ini posisinya berbeda.

“India tampaknya lebih ingin memastikan bahwa Pakistan tidak merasa bisa lolos begitu saja,” ujarnya.

Konflik kali ini dipicu oleh serangan teroris di wilayah Kashmir India pada 22 April 2025, yang menewaskan 26 warga sipil. India menuduh Pakistan mendukung serangan itu, sementara Pakistan membantah keras.

Pemerintahan Narendra Modi selama ini mengadopsi pendekatan garis keras terhadap Pakistan, terutama dengan memperkuat militer di wilayah Kashmir.

Setelah serangan itu, tekanan politik untuk membalas secara militer sangat besar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

𝐇𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧 𝐇𝐨𝐟𝐢 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐄𝐤𝐬𝐞𝐤𝐮𝐭𝐢𝐟 𝐝𝐚𝐧 𝐋𝐞𝐠𝐢𝐬𝐥𝐚𝐭𝐢𝐟 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐀𝐤𝐡𝐢𝐫𝐢 𝐒𝐭𝐢𝐠𝐦𝐚 “𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐓𝐢𝐫𝐢”
𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐦𝐚𝐭: 𝐏𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐥𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐀𝐤𝐨𝐦𝐨𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚, 𝐔𝐌𝐊𝐌, 𝐝𝐚𝐧 𝐇𝐢𝐛𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦
𝐏𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐊𝐚𝐫𝐲𝐚 𝐓𝐮𝐚𝐢 𝐊𝐫𝐢𝐭𝐢𝐤, 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐏𝐞𝐦𝐤𝐨𝐭 𝐆𝐚𝐠𝐚𝐥 𝐀𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐦𝐚𝐜𝐞𝐭𝐚𝐧 𝐅𝐥𝐚𝐦𝐛𝐨𝐲𝐚𝐧
𝐊𝐨𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐖𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐀𝐛𝐚𝐝𝐢 𝐅𝐨𝐤𝐮𝐬 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐭𝐚 𝐊𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐩𝐚𝐫𝐚𝐧𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐮𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧
𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧, 𝐏𝐫𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐏𝐨𝐧𝐭𝐢𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐧𝐜𝐚𝐦 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧
𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧, 𝐒𝐮𝐧𝐠𝐚𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐤𝐞𝐫𝐮𝐤: 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠, 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤?
Komisi I DPRD Kalbar Terima Aspirasi Tokoh Islam Terkait Dugaan Aliran Sesat, Pelapor Nilai Ada Cacat Penanganan Hukum
MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar 2026 Usai Polemik Final
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:12 WIB

𝐇𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧 𝐇𝐨𝐟𝐢 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐄𝐤𝐬𝐞𝐤𝐮𝐭𝐢𝐟 𝐝𝐚𝐧 𝐋𝐞𝐠𝐢𝐬𝐥𝐚𝐭𝐢𝐟 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐀𝐤𝐡𝐢𝐫𝐢 𝐒𝐭𝐢𝐠𝐦𝐚 “𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐓𝐢𝐫𝐢”

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:02 WIB

𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐦𝐚𝐭: 𝐏𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐥𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐀𝐤𝐨𝐦𝐨𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚, 𝐔𝐌𝐊𝐌, 𝐝𝐚𝐧 𝐇𝐢𝐛𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:35 WIB

𝐏𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐊𝐚𝐫𝐲𝐚 𝐓𝐮𝐚𝐢 𝐊𝐫𝐢𝐭𝐢𝐤, 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐏𝐞𝐦𝐤𝐨𝐭 𝐆𝐚𝐠𝐚𝐥 𝐀𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐦𝐚𝐜𝐞𝐭𝐚𝐧 𝐅𝐥𝐚𝐦𝐛𝐨𝐲𝐚𝐧

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:01 WIB

𝐊𝐨𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐖𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐀𝐛𝐚𝐝𝐢 𝐅𝐨𝐤𝐮𝐬 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐭𝐚 𝐊𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐩𝐚𝐫𝐚𝐧𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐮𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:05 WIB

𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧, 𝐏𝐫𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐏𝐨𝐧𝐭𝐢𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐧𝐜𝐚𝐦 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

Berita Terbaru