Meski telah menginvestasikan miliaran dolar untuk memodernisasi militernya, India menghadapi tantangan logistik akibat perang Rusia-Ukraina dan konflik perbatasan berkepanjangan dengan Tiongkok di Himalaya.
Namun, dalam bentrokan kali ini, India ingin menunjukkan kekuatan barunya baik secara militer, ekonomi, maupun diplomatik di panggung global.
Para diplomat dan analis menyebut bahwa India kini terlihat lebih agresif, dan kemungkinan telah menciptakan tingkat pencegahan baru terhadap Pakistan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, bentrokan ini juga menunjukkan kurangnya peningkatan strategis yang nyata, karena kekerasan tetap berlanjut setiap malam, meski siang hari penuh pernyataan damai dari kedua belah pihak.
Yang paling mengkhawatirkan adalah kenyataan bahwa kedua negara masih berada di bawah pengaruh nasionalisme agama yang kental.
Di India, nasionalisme Hindu mendorong kebijakan yang semakin keras terhadap Pakistan.
Sementara itu, Pakistan masih dikendalikan militer garis keras yang telah lama berupaya mengislamisasi angkatan bersenjata mereka.
Situasi ini memperbesar kemungkinan konflik yang tidak terkendali di masa depan.
Seperti disampaikan oleh Jenderal Ved Prakash Malik, mantan Kepala Staf Angkatan Darat India:
“Kita telah menyerahkan sejarah masa depan India untuk menilai apakah ada keuntungan politik dan strategis dari konflik ini.”
Scource : The NewYork Time
Halaman : 1 2














