Wartawan Dikeroyok di Melawi: PETI Bukan Hanya Rampok Alam, Kini Tantang Hukum dan Bungkam Pers

- Penulis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZONACYBER.IDMelawi | KALBAR, 31 Agustus 2025

Dunia pers kembali diteror. Seorang wartawan Jejak Digital News, Jhony Julianto, babak belur dikeroyok oknum pekerja PETI (Pertambangan Tanpa Izin) di Kabupaten Melawi, Sabtu (30/8). Jhony diserang saat menjalankan tugas jurnalistik, dan kini dirawat intensif di RS Citra Husada, Nanga Pinoh, akibat luka serius.

Peristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal. Kekerasan tersebut adalah bentuk pembungkaman kebebasan pers sekaligus bukti arogansi kelompok penambang ilegal yang terang-terangan menantang hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PETI selama ini dikenal merusak lingkungan, menghisap kekayaan negara, serta mengancam keselamatan masyarakat. Kini, keberadaan mereka semakin berbahaya setelah berani menyerang jurnalis yang berupaya mengungkap fakta di lapangan.

Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kota Pontianak, Budi Gautama, mengecam keras pengeroyokan ini.

“Kekerasan terhadap wartawan adalah serangan langsung terhadap demokrasi dan hak publik untuk tahu. Pers adalah pilar keempat demokrasi, dan tugas wartawan dilindungi undang-undang. Aparat wajib menangkap para pelaku dan membongkar jaringan PETI. Negara tidak boleh kalah oleh penjahat lingkungan dan musuh kebebasan pers,” tegasnya.

Budi menegaskan, intimidasi, ancaman, dan penganiayaan terhadap wartawan adalah pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia mendesak Polres Melawi untuk:

1. Menangkap dan mengadili pelaku pengeroyokan dengan hukuman maksimal sesuai KUHP.

2. Mengusut tuntas jaringan PETI di Melawi yang selama ini bebas beroperasi.

3. Memberikan perlindungan hukum kepada wartawan sebagaimana dijamin UU Pers.

AWI juga meminta Jejak Digital News segera menempuh langkah hukum resmi melalui Dewan Pers agar kasus ini tidak terkubur begitu saja.

“Setiap pelaku harus dihukum setimpal. Jika dibiarkan, kekerasan terhadap wartawan akan menjadi preseden berbahaya. Pers bekerja untuk rakyat, maka negara wajib melindunginya,” tegas Budi.

ZC.ID // TIMRED [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum
Lahan Sekolah Diduga Dikuasai Ilegal, Legatisi Soroti Kinerja Dinas Pendidikan Kubu Raya
Ketua DPW PROJAMIN KALBAR (Eko Jatmiko) Semprot Keras Pemerintah: Jalan Hancur dan Jembatan Mangkrak Bukti Kelalaian Nyata
Dituduh Tanpa Fakta, ‘Pak De (N)’ Bantah Keras Isu Penyelewengan BBM Subsidi
Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kritik Keras PROJAMIN “Ini Bukan Sekadar Korupsi, Ini Perampokan Terstruktur!”
Kasus Tambang Memanas: Pejabat ESDM Diperiksa, Indikasi Korupsi Kian Terang
Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Klarifikasi PPK atas Sorotan Publik Proyek Tebing Sungai Melawi Rp 20 Miliar
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 17:26 WIB

Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 17:15 WIB

Lahan Sekolah Diduga Dikuasai Ilegal, Legatisi Soroti Kinerja Dinas Pendidikan Kubu Raya

Senin, 13 April 2026 - 17:53 WIB

Ketua DPW PROJAMIN KALBAR (Eko Jatmiko) Semprot Keras Pemerintah: Jalan Hancur dan Jembatan Mangkrak Bukti Kelalaian Nyata

Sabtu, 11 April 2026 - 14:03 WIB

Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kritik Keras PROJAMIN “Ini Bukan Sekadar Korupsi, Ini Perampokan Terstruktur!”

Sabtu, 11 April 2026 - 12:24 WIB

Kasus Tambang Memanas: Pejabat ESDM Diperiksa, Indikasi Korupsi Kian Terang

Berita Terbaru