ZONACYBER.ID – PONTIANAK, 15 Maret 2026.
Penanganan kasus kematian Zaki Azizi kini menjadi sorotan publik. Pengamat hukum dan kebijakan publik, Dr. Herman Hofi Munawar menilai langkah penyidikan yang dilakukan oleh Polres Kubu Raya terkesan terlalu pasif.
Menurut Herman, polisi seolah hanya menunggu hasil visum tanpa melakukan langkah penyelidikan yang lebih aktif. Padahal, secara kasatmata terdapat perbedaan mencolok antara penjelasan pihak pesantren dengan kondisi fisik korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak pesantren sebelumnya menyebut bahwa korban hanya mengalami alergi atau sakit mata. Namun kondisi jenazah menunjukkan adanya lebam cukup parah serta dugaan trauma pada bagian kepala.
โKalau melihat kondisi fisik korban, tentu muncul pertanyaan publik. Di sinilah aparat penegak hukum seharusnya bergerak cepat dan tidak hanya menunggu hasil visum,โ kata Herman, Sabtu, 14 Maret 2026
Ia menilai lambannya respons aparat penegak hukum sangat disayangkan, terlebih kasus ini menyangkut meninggalnya seorang anak di bawah umur. Dalam situasi seperti ini, polisi seharusnya mengedepankan prinsip speedy administration of justice, yaitu penanganan perkara secara cepat, tepat, dan transparan.
Publik pun mulai mendesak agar Kapolresta Kubu Raya memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut. Masyarakat berharap ada penjelasan resmi terkait perkembangan penyidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Herman juga mengingatkan bahwa lambannya penanganan kasus seperti ini dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Jika publik merasa tidak mendapatkan perlindungan hukum yang layak, dikhawatirkan masyarakat akan mencari keadilan dengan caranya sendiri.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














