Ironisnya, di tengah gencarnya narasi Pembangunan dan pemerataan, Masyarakat pelosok Menukung justru masih berjibaku dengan jalan tanah yang kondisinya jauh dari kata layak. Kata “Pembangunan” terasa megah di atas kertas, tetapi di lapangan hanya menyisakan debu saat panas dan lumpur saat hujan.
Warga mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta Pemerintah Kabupaten Melawi dan pihak terkait agar segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam musiman yang rusak kembali dalam hitungan minggu.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kerusakan jalan bukan hanya soal Infrastruktur, tetapi bukti nyata lambannya keberpihakan terhadap Masyarakat pedalaman yang selama ini seolah dipaksa sabar tanpa batas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
ZC.ID [*]
Halaman : 1 2














