ZONACYBER.ID – Sintang | KALBAR, 23 April 2026.
Potret buram infrastruktur kembali tersaji dari Wilayah perhuluan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Ruas Jalan Provinsi Sintang–Semubuk–Ketungau, yang disebut-sebut sebagai salah satu bagian dari Urat Nadi penghubung hingga ke kawasan perbatasan dengan Malaysia, kini lebih menyerupai kubangan lumpur ketimbang jalan layak pakai.
Ironisnya, kondisi ini berada tak jauh dari Kantor Camat Ketungau Hilir, sebuah lokasi yang seharusnya menjadi simbol kehadiran Negara. Namun realitas di lapangan justru berbicara sebaliknya: jalan rusak parah, berlumpur, licin, dan nyaris tak bisa dilalui tanpa risiko tinggi, terutama saat musim hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan harus berjibaku melewati genangan lumpur tebal. Truk pengangkut barang bahkan tampak terjebak, sementara kendaraan lain terpaksa antre atau mencari jalur alternatif yang sama-sama tak menjanjikan.
Warga pun mulai kehilangan kesabaran.
> “Kami ini tiap hari lewat sini. Kalau hujan, jangan harap bisa cepat sampai. Kadang harus dorong kendaraan. Ini jalan Provinsi, tapi rasanya seperti tidak pernah diurus,” ujar seorang Warga yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan ini bukan hal baru. Bertahun-tahun Masyarakat di Wilayah Ketungau, mulai dari wilayah Kecamatan Ketungau Hilir, Ketungau Tengah, bahkan sampai ke Kecamatan Ketungau Hulu dan sekitarnya mengeluhkan kondisi serupa. Namun, hingga kini, belum terlihat langkah konkret dan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk melakukan perbaikan serius.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














