Warga Bayar Pajak, Dapat Lumpur: Jalan Provinsi di Ketungau Hilir Jadi Bukti Kelalaian Nyata

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yang lebih menyakitkan, menurut Warga, adalah ketimpangan antara kewajiban dan hak.

> “Kami bayar pajak, beli BBM juga kena pajak. Tapi jalan seperti ini, manfaatnya di mana? Kami merasa seperti dianaktirikan,” lanjutnya.

Ruas jalan ini sejatinya bukan sekadar akses lokal. Ia adalah jalur strategis yang menghubungkan Wilayah pedalaman hingga ke perbatasan Negara. Artinya, kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya menghambat Mobilitas Warga, tapi juga berdampak pada distribusi barang, harga kebutuhan pokok, hingga potensi ekonomi kawasan perhuluan Ketungau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Minimnya perhatian terhadap Infrastruktur Dasar ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Wilayah perhuluan hanya diingat saat momentum Politik, lalu dilupakan dalam kebijakan Pembangunan?

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya roda ekonomi yang tersendat kepercayaan Publik terhadap Pemerintah pun ikut tergerus.

Pemerintah Provinsi Kalbar kini ditantang untuk tidak sekadar memberi janji, tetapi menunjukkan aksi nyata. Sebab bagi Warga Ketungau, jalan bukan sekadar Fasilitas, melainkan urat Nadi sebagai kebutuhan yang selama ini terasa seperti diabaikan.

ZC.ID // TIMRED [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧, 𝐏𝐫𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐏𝐨𝐧𝐭𝐢𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐧𝐜𝐚𝐦 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧
𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧, 𝐒𝐮𝐧𝐠𝐚𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐤𝐞𝐫𝐮𝐤: 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠, 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤?
Komisi I DPRD Kalbar Terima Aspirasi Tokoh Islam Terkait Dugaan Aliran Sesat, Pelapor Nilai Ada Cacat Penanganan Hukum
Forum Strategis di Pontianak Bahas KUHP Baru, Penegak Hukum Didorong Seragamkan Interpretasi Delik
Jalan Bak Kubangan Maut, DPR dan Pemerintah Dinilai Gagal Urus Nasib Warga Pedalaman Sintang
Akses Vital Jadi Jalur Penderitaan, Jalan Simpang Mumbung–Nanga Siyai Makin Parah Tanpa Solusi
Jembatan Mengkurai Nyaris Ambruk, Publik: Pemkab Sintang Masihkah Ada Hati Untuk Masyarakatnya?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Perjalanan Kereta Lumpuh dan Penumpang Panik
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:05 WIB

𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐓𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧, 𝐏𝐫𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐏𝐨𝐧𝐭𝐢𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐧𝐜𝐚𝐦 𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚𝐧

Senin, 18 Mei 2026 - 13:29 WIB

𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧, 𝐒𝐮𝐧𝐠𝐚𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐤𝐞𝐫𝐮𝐤: 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠, 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤?

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:10 WIB

Komisi I DPRD Kalbar Terima Aspirasi Tokoh Islam Terkait Dugaan Aliran Sesat, Pelapor Nilai Ada Cacat Penanganan Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:54 WIB

Forum Strategis di Pontianak Bahas KUHP Baru, Penegak Hukum Didorong Seragamkan Interpretasi Delik

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Jalan Bak Kubangan Maut, DPR dan Pemerintah Dinilai Gagal Urus Nasib Warga Pedalaman Sintang

Berita Terbaru