Zonacyber.Id, Bandung – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Kang Dedi, mengapresiasi langkah tegas Kapolda Jawa Barat dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Menurut Kang Dedi, tindakan para debt collector yang memaksa mengambil kendaraan di jalanan sangat mengganggu ketertiban umum.
“Collector memaksa mengambil kendaraan masyarakat di jalan, padahal urusan gagal bayar diselesaikan tidak dengan cara seperti ini. Praktik-praktik seperti itu sangat mengganggu stabilitas keamanan,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kang Dedi juga menyoroti maraknya aksi preman di pasar tradisional yang kerap meminta ‘jatah’ kepada pedagang, hingga membuat kerusuhan di fasilitas umum.
Ia menegaskan bahwa aksi semacam ini tidak boleh dibiarkan.
“Ketegasan dari Pak Kapolda Jabar akan memastikan praktik-praktik premanisme di Jabar dapat diminimalisir. Negara tidak boleh kalah dari kelompok yang melakukan kekerasan dan intimidasi. Harus ada sanksi yang tegas agar membuat ‘preman-preman’ ini jera,” tegasnya.
Dalam jangka panjang, Kang Dedi mendorong pemerintah untuk menyusun strategi komprehensif yang mencakup aspek legal, sosial, dan politik.
Salah satunya dengan melakukan audit dan klarifikasi terhadap status hukum organisasi masyarakat (ormas) yang terdaftar.
Upaya Bersama Berantas Premanisme di Jawa Barat
Langkah berani dari Kepolisian Daerah Jawa Barat patut mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














