ZONACYBER.ID — Sintang | KALBAR, 2 April 2026.
Hancur total dan terabaikan. Begitulah kondisi infrastruktur di Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang. Realitas pahit ini memicu kemarahan massa yang memuncak pada Kamis, yang dilansir dari Media TVonenews.com (1/04/2026). Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Rakyat Seberang (PERANG), representasi dari 17 desa, menumpahkan kekecewaan mereka langsung di depan Kantor Camat Ketungau Tengah.
Mereka datang bukan untuk berdialog basa-basi, melainkan untuk menagih hutang politik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sintang saat ini, Bala-Rony. Janji-janji manis kampanye Pilbup yang sempat melambungkan harapan rakyat, kini terbukti tak lebih dari sekadar jargon pencari suara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aliansi PERANG meletakkan ‘kartu merah’ di meja Pemerintah Daerah dengan poin-poin tuntutan yang tak bisa ditawar:
1. Selesaikan Jembatan Ketungau 2 Merakai: Pembangunan jembatan ini, yang digadang-gadang sebagai prioritas utama Bala-Rony, kini mangkrak dan terbengkalai.
2. Infrastruktur Kota Kecamatan Hancur Lebur: Fasilitas vital di pusat Kecamatan, termasuk jembatan menuju Puskesmas, kondisinya mengerikan dan tak layak lagi dilalui.
3. Pengerasan Jalan HTI: Tuntutan mutlak pengerasan jalan dari Jembatan Ketungau 2 menuju kawasan HTI menggunakan sirtu (pasir batu).
4. Betonisasi Jembatan & Pengaspalan Jalan Kota: Pembangunan jembatan lingkar kota Merakai dengan konstruksi beton permanen dan pengaspalan penuh jalan-jalan di pusat kota kecamatan.
5. Perbaikan Total Jalan PT HTI-Mengerat: Pengecoran di titik-titik rawan sepanjang jalan PT HTI menuju Mengerat, serta Pembangunan drainase beton yang memadai.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














