ZONACYBER.ID – Pontianak | KALBAR, 31 Agustus 2025
Situasi sosial-politik di Kalimantan Barat dinilai kian memanas dan jauh dari kondisi kondusif. Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Herman Hofi Munawar, SH, menegaskan bahwa gejolak yang terjadi saat ini merupakan akumulasi dari kekecewaan mendalam rakyat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak, bahkan justru menimbulkan penderitaan.
Dalam pernyataannya pada Minggu (31/8/2025), Herman menilai bahwa rasa frustasi masyarakat semakin meningkat karena kebijakan yang lahir dari pemerintah tidak menyentuh kepentingan rakyat secara langsung. Kondisi ini, menurutnya, melahirkan jurang ketidakpercayaan antara warga dengan para pemegang kekuasaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
โBanyak yang merasa bahwa wakil rakyat, baik di DPR maupun DPRD, tidak lagi berfungsi dan tidak punya makna bagi kehidupan rakyat. Janji kampanye hanya terasa hampa, harapan akan perubahan sebatas angan-angan,โ ujar Herman.
Lebih lanjut, Herman menyoroti praktik penegakan hukum yang dinilai timpang. Ia menyebut banyak persoalan rakyat yang bersinggungan dengan hukum terabaikan, sementara aparat penegak hukum kerap berpihak pada mereka yang memiliki kekuatan modal.
Tidak jarang, lanjutnya, rakyat justru dikriminalisasi akibat konflik lahan dengan perusahaan perkebunan. Tanah yang semestinya menjadi sumber penghidupan masyarakat desa, kini berubah menjadi ladang konflik berkepanjangan.
โHukum yang seharusnya melindungi rakyat justru terasa tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Ini adalah cerminan rasa ketidakadilan yang semakin meresap ke dalam sendi kehidupan masyarakat,โ tegasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














