Wartawan Jejakdigitalnews.com Joni Julianto Menduga Penanganan Kasusnya Dinilai Lamban Oleh Pihak Polres Melawi

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZONACYBER.IDMelawi | Kalbar, 20 September 2025

Penanganan kasus pengeroyokan terhadap Jurnalis Jejakdigitalnews.com Joni Julianto di Pasar Laja, Desa Paal, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kini menuai sorotan tajam. Pasalnya, meski laporan telah disertai bukti lengkap, proses Penyidikan yang ditangani Satreskrim Polres Melawi diduga berjalan lamban dan terkesan diulur-ulur.

Joni, korban sekaligus Pelapor, mengaku kecewa dengan kinerja Penyidik. Ia menilai langkah Kepolisian tidak sejalan dengan harapan Publik yang menuntut Keadilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah memberikan keterangan sebagai korban, menghadirkan saksi, menyerahkan Bukti, bahkan hasil Visum pun sudah ada. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan siapa yang ditetapkan tersangka,” tegas Joni saat berkomunikasi langsung kepada Media ini Via WhatsApp, pada Sabtu (20/9/2025).

Kuasa hukum korban, Hartani S.H., juga mengkritisi lambannya proses Hukum dan menjelaskan, “Semua unsur formil dan Materil sudah terpenuhi: Saksi, Bukti, dan Visum lengkap. Tidak ada alasan untuk tidak segera menetapkan Tersangka. Kami khawatir ada upaya mengulur waktu atau bahkan Intervensi yang mempermainkan Kasus ini,” ujarnya.

Diapun menambahkan, “Dalam video yang beredar, para pelaku terlihat jelas. Ini bukan Kasus ringan, ini pengeroyokan yang nyaris mengarah pada upaya Pembunuhan. Penyidik harus berani menegakkan Hukum, jangan sampai kepercayaan Publik runtuh,” tegasnya.

Kasus pengeroyokan terhadap Joni terjadi pada 30 Agustus 2025 malam. Akibat aksi brutal tersebut, Joni mengalami memar, sesak napas, dan cedera retak pada kaki hingga harus dirawat Intensif di rumah sakit. Laporan resmi pun langsung dibuat Istrinya, Maryam, pada malam yang sama dengan didampingi Kuasa Hukum.

Maryam menuntut kepolisian bergerak cepat, “Kami hanya minta keadilan. Setelah semua bukti diberikan, mengapa penetapan tersangka belum juga dilakukan? Jangan sampai Pelaku melarikan diri atau menghilangkan Barang Bukti,” desaknya.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., M.Tr.Opsla belum memberikan keterangan resmi. Saat dikonfirmasi, ia hanya menyarankan Awak Media untuk menanyakan langsung kepada Kasat Reskrim Melawi.

Kasus ini terus menjadi perhatian Publik dan komunitas Jurnalis di Kalimantan Barat. Banyak pihak menilai penanganan yang berlarut-larut dapat mencoreng Citra Kepolisian sekaligus mengancam kebebasan Pers.

Jika ada Pihak yang merasa dirugikan oleh Pemberitaan ini dan ingin memberikan klarifikasi atau hak jawab, Media dengan senang hati akan merespon dan menindaklanjuti.

ZC.ID [*]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Gabungan Berhasil Evakuasi 8 Korban Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau
Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum
Lahan Sekolah Diduga Dikuasai Ilegal, Legatisi Soroti Kinerja Dinas Pendidikan Kubu Raya
Ketua DPW PROJAMIN KALBAR (Eko Jatmiko) Semprot Keras Pemerintah: Jalan Hancur dan Jembatan Mangkrak Bukti Kelalaian Nyata
Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kritik Keras PROJAMIN “Ini Bukan Sekadar Korupsi, Ini Perampokan Terstruktur!”
Kasus Tambang Memanas: Pejabat ESDM Diperiksa, Indikasi Korupsi Kian Terang
Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Klarifikasi PPK atas Sorotan Publik Proyek Tebing Sungai Melawi Rp 20 Miliar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:32 WIB

Tim Gabungan Berhasil Evakuasi 8 Korban Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 17:26 WIB

Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 17:15 WIB

Lahan Sekolah Diduga Dikuasai Ilegal, Legatisi Soroti Kinerja Dinas Pendidikan Kubu Raya

Senin, 13 April 2026 - 17:53 WIB

Ketua DPW PROJAMIN KALBAR (Eko Jatmiko) Semprot Keras Pemerintah: Jalan Hancur dan Jembatan Mangkrak Bukti Kelalaian Nyata

Sabtu, 11 April 2026 - 14:03 WIB

Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kritik Keras PROJAMIN “Ini Bukan Sekadar Korupsi, Ini Perampokan Terstruktur!”

Berita Terbaru