• Apa yang sebenarnya terjadi di SPBU Masuka sehingga pengambilan dokumentasi oleh Warga harus direspons dengan kemarahan dan ancaman?
• Publik menilai, jika tidak ada yang disembunyikan, seharusnya tidak ada alasan bagi siapa pun untuk bersikap anti kritik, apalagi sampai melakukan intimidasi terhadap Masyarakat.
• Dugaan “Main Mata” Harus Diusut Tuntas
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama ini, isu penyalahgunaan BBM bersubsidi memang menjadi salah satu persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Tidak sedikit laporan terkait dugaan pengisian berulang, penggunaan kendaraan modifikasi, hingga praktik-praktik lain yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat kecil.
Karena itu, munculnya dugaan kejanggalan di SPBU Masuka tidak boleh dipandang sebelah mata. Reaksi keras oknum petugas justru dinilai semakin memperkuat perlunya Investigasi yang Objektif dan menyeluruh.
Jangan sampai Subsidi yang seharusnya menjadi hak Masyarakat kecil justru bocor akibat ulah segelintir pihak yang memanfaatkan celah demi keuntungan pribadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU 64.786.14 Masuka maupun PT Pertamina (Persero) wilayah setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan intimidasi terhadap warga serta adanya indikasi kejanggalan dalam pengisian Pertalite tersebut.
Sikap diam ini justru berpotensi memperbesar spekulasi di tengah masyarakat. Publik berharap Pertamina tidak menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di lapangan dan segera melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh.
Dengan adanya dokumentasi dan bukti yang telah diamankan oleh DPC Projamin Sintang, masyarakat kini mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) serta pihak Pertamina untuk segera turun tangan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya













