𝐙𝐨𝐧𝐚𝐂𝐲𝐛𝐞𝐫.𝐢𝐝 — Sintang | KALBAR, 14 Juni 2026.
Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, dugaan kejanggalan dalam penyaluran Pertalite di SPBU 64.786.14 Masuka, Kabupaten Sintang, memicu ketegangan setelah seorang warga yang mencoba melakukan pengawasan sosial justru diduga mendapat intimidasi dan ancaman dari oknum petugas SPBU.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu pagi, 14 Juni 2026, sekitar pukul 09.15 WIB itu menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Alih-alih memberikan penjelasan secara terbuka, oknum petugas yang bertugas di lokasi justru disebut bereaksi secara emosional dan menunjukkan sikap arogan ketika aktivitas pengisian Pertalite didokumentasikan oleh warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan saksi di lapangan, awal mula insiden terjadi ketika seorang warga mendapati adanya dugaan ketidakwajaran dalam proses pengisian Pertalite kepada salah satu kendaraan. Sebagai bagian dari kontrol sosial dan upaya memastikan subsidi negara tepat sasaran, warga tersebut mengambil dokumentasi menggunakan telepon genggamnya.
Namun respons yang muncul justru di luar dugaan. Oknum petugas SPBU yang sedang melayani diduga langsung menghampiri dengan nada tinggi, melarang pengambilan gambar, bahkan mengeluarkan pernyataan bernada ancaman.
“Kejadiannya sekitar pukul 09.15 WIB. Petugas itu langsung marah dan mengeluarkan kata-kata yang bernada mengancam. Sikapnya sangat arogan, seolah ada sesuatu yang tidak ingin diketahui publik,” ujar seorang saksi mata yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya













