Calon Haji Indonesia Bisa Terpisah dari Rombongan Akibat Beda Syarikah, Ini Saran Petugas

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi beribadah haji di Masjidil Haram. (Unsplash/iuz_official)

i

Foto ilustrasi beribadah haji di Masjidil Haram. (Unsplash/iuz_official)

Zonacyber.id, Jeddah, Arab Saudi – Kedatangan gelombang kedua jemaah calon haji Indonesia melalui Bandara King Abdul Aziz International (KAAIA) Jeddah pada Sabtu, 17 Mei 2025, menghadirkan tantangan baru.

Salah satunya adalah potensi calon haji Indonesia terpisah dari rombongan dan keluarga karena perbedaan penanganan oleh syarikah—perusahaan pelayanan haji yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi.

Apa Itu Syarikah dan Mengapa Penting dalam Pelayanan Haji?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syarikah adalah perusahaan mitra Pemerintah Arab Saudi yang menyediakan layanan pendukung selama musim haji.

Layanan ini mencakup:

• Akomodasi
• Transportasi
• Kesehatan
• Logistik

Pada musim haji 2025, terdapat delapan syarikah yang menangani jemaah haji Indonesia:

1. Al Bait Guests
2. Rakeen Mashariq
3. Sana Mashariq
4. Rehlat & Manafea
5. Al Rifadah
6. Rawaf Mina
7. MCDC
8. Rifad

Masing-masing syarikah akan melayani antara 11.000 hingga 36.000 jemaah.

Risiko Terpisahnya Calon Haji dari Rombongan

Karena jemaah dibagi berdasarkan syarikah, ada kemungkinan besar jemaah dari satu kloter atau keluarga terpisah saat tiba di Jeddah.

Berbeda dengan kedatangan di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, proses di Jeddah langsung dikelola oleh masing-masing syarikah.

Menurut Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, pihaknya akan berupaya melobi Kementerian Haji Arab Saudi agar jemaah dari satu kloter tetap bisa bersama.

Namun, jika tidak memungkinkan, pemisahan ini hanya bersifat sementara dan akan diselesaikan oleh Daker Makkah.

Saran Petugas: Gunakan Tanda Khusus pada Jemaah dan Barang Bawaan

Untuk meminimalisasi kebingungan, Abdul Basir menyarankan agar PPIH Embarkasi di Indonesia memberikan tanda khusus kepada para jemaah:

• Tanda di pakaian atau tangan
• Warna tertentu pada koper
• Identifikasi visual lain yang memudahkan penyortiran

“Ini memudahkan kami dalam proses pemisahan koper jemaah berdasarkan syarikah dan identifikasi jemaah di lapangan,” ujar Basir.

• Dengan memahami sistem baru pelayanan oleh berbagai syarikah dan mengikuti saran petugas, calon haji Indonesia diharapkan tetap tenang dan terorganisir meski mengalami pemisahan sementara. Koordinasi antara PPIH dan syarikah sangat penting untuk kelancaran ibadah haji 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dikbud Kubu Raya Klaim Kasus SDN 12 Sungai Kakap Selesai, Publik Desak Transparansi
Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum
Ketua DPW PROJAMIN KALBAR (Eko Jatmiko) Semprot Keras Pemerintah: Jalan Hancur dan Jembatan Mangkrak Bukti Kelalaian Nyata
Dituduh Tanpa Fakta, ‘Pak De (N)’ Bantah Keras Isu Penyelewengan BBM Subsidi
Kasus Tambang Memanas: Pejabat ESDM Diperiksa, Indikasi Korupsi Kian Terang
Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Klarifikasi PPK atas Sorotan Publik Proyek Tebing Sungai Melawi Rp 20 Miliar
DUEL PANAS DIMULAI! PEREMPAT FINAL LIGA CHAMPIONS 2025/2026 RESMI BERGULIR, MADRID VS BAYERN JADI SOROTAN UTAMA
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:13 WIB

Dikbud Kubu Raya Klaim Kasus SDN 12 Sungai Kakap Selesai, Publik Desak Transparansi

Rabu, 15 April 2026 - 17:26 WIB

Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum

Senin, 13 April 2026 - 10:34 WIB

Dituduh Tanpa Fakta, ‘Pak De (N)’ Bantah Keras Isu Penyelewengan BBM Subsidi

Sabtu, 11 April 2026 - 12:24 WIB

Kasus Tambang Memanas: Pejabat ESDM Diperiksa, Indikasi Korupsi Kian Terang

Rabu, 8 April 2026 - 21:16 WIB

Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC

Berita Terbaru