Zonacyber.id, Jeddah, Arab Saudi – Kedatangan gelombang kedua jemaah calon haji Indonesia melalui Bandara King Abdul Aziz International (KAAIA) Jeddah pada Sabtu, 17 Mei 2025, menghadirkan tantangan baru.
Salah satunya adalah potensi calon haji Indonesia terpisah dari rombongan dan keluarga karena perbedaan penanganan oleh syarikah—perusahaan pelayanan haji yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi.
Apa Itu Syarikah dan Mengapa Penting dalam Pelayanan Haji?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Syarikah adalah perusahaan mitra Pemerintah Arab Saudi yang menyediakan layanan pendukung selama musim haji.
Layanan ini mencakup:
• Akomodasi
• Transportasi
• Kesehatan
• Logistik
Pada musim haji 2025, terdapat delapan syarikah yang menangani jemaah haji Indonesia:
1. Al Bait Guests
2. Rakeen Mashariq
3. Sana Mashariq
4. Rehlat & Manafea
5. Al Rifadah
6. Rawaf Mina
7. MCDC
8. Rifad
Masing-masing syarikah akan melayani antara 11.000 hingga 36.000 jemaah.
Risiko Terpisahnya Calon Haji dari Rombongan
Karena jemaah dibagi berdasarkan syarikah, ada kemungkinan besar jemaah dari satu kloter atau keluarga terpisah saat tiba di Jeddah.
Berbeda dengan kedatangan di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, proses di Jeddah langsung dikelola oleh masing-masing syarikah.
Menurut Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, pihaknya akan berupaya melobi Kementerian Haji Arab Saudi agar jemaah dari satu kloter tetap bisa bersama.
Namun, jika tidak memungkinkan, pemisahan ini hanya bersifat sementara dan akan diselesaikan oleh Daker Makkah.
Saran Petugas: Gunakan Tanda Khusus pada Jemaah dan Barang Bawaan
Untuk meminimalisasi kebingungan, Abdul Basir menyarankan agar PPIH Embarkasi di Indonesia memberikan tanda khusus kepada para jemaah:
• Tanda di pakaian atau tangan
• Warna tertentu pada koper
• Identifikasi visual lain yang memudahkan penyortiran
“Ini memudahkan kami dalam proses pemisahan koper jemaah berdasarkan syarikah dan identifikasi jemaah di lapangan,” ujar Basir.
• Dengan memahami sistem baru pelayanan oleh berbagai syarikah dan mengikuti saran petugas, calon haji Indonesia diharapkan tetap tenang dan terorganisir meski mengalami pemisahan sementara. Koordinasi antara PPIH dan syarikah sangat penting untuk kelancaran ibadah haji 2025.














