“Kebijakan ini sangat strategis karena memungkinkan para jemaah untuk lebih fokus secara lahir dan batin dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dukungan finansial tersebut membantu meringankan beban biaya operasional, sehingga mereka dapat berangkat dengan kondisi psikologis yang lebih tenang,” jelasnya.
Lebih jauh, Herman menekankan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk penghormatan tinggi pemerintah kepada warga yang akan menunaikan rukun Islam kelima. Ia menyebut para jemaah haji sebagai representasi moral daerah sekaligus duta bangsa di kancah internasional.
“Para jemaah ini bukan sekadar warga biasa, melainkan simbol nilai-nilai spiritual dan etika masyarakat Pontianak. Kepulangan mereka diharapkan membawa perubahan positif, baik secara individu maupun sosial,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Transformasi spiritual yang dialami jemaah haji, lanjutnya, dapat menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan daerah. Nilai-nilai kedisiplinan, keikhlasan, dan kebersamaan yang diperoleh selama ibadah diharapkan mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
Pemkot Pontianak juga memastikan kesiapan fisik para jemaah melalui dukungan tenaga medis yang profesional. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara total (total check-up), disertai pemberian vitamin serta fasilitas pendukung lainnya guna menjamin keselamatan dan kebugaran jemaah selama menjalankan ibadah.
Herman menilai, langkah tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang humanis dan inklusif, dengan menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat sebagai prioritas utama dalam kebijakan publik.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














