Zonacyber.id, Banjarmasin – Dinas Kesehatan Kalsel Dorong Peran Aktif Apoteker dan TTK
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) memperkuat peran tenaga kefarmasian dalam mengatasi resistensi antimikroba (AMR), ancaman serius terhadap kesehatan global.
Melalui Pertemuan Optimalisasi Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian Agent of Change Angkatan II, Dinkes Kalsel mendorong edukasi masyarakat agar tidak menggunakan antibiotik tanpa resep dokter.
Baca juga: https://zonacyber.id/gebrakan-kalsel-pangkas-kawasan-kumuh-2865-hingga-2029-wujudkan-permukiman-layak-dan-berkelanjutan/
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Plt. Kepala Dinkes Kalsel, Muhammad Muslim, menyatakan bahwa resistensi antibiotik mengancam mutu pelayanan kesehatan dan hanya bisa dicegah dengan penggunaan antibiotik secara bijak.
“Apoteker dan TTK harus menjadi garda depan edukasi dan pengawasan obat di masyarakat,” tegasnya saat kegiatan yang digelar di Banjarmasin pada Jumat, 23 Mei 2025.
Gerakan GeMa CerMat: Edukasi Penggunaan Obat Secara Rasional
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat), yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan antibiotik secara tepat dan bertanggung jawab.
Ratusan apoteker dan tenaga teknis kefarmasian (TTK) dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan berpartisipasi dalam pertemuan ini.
Mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan yang akan menyebarkan informasi penggunaan obat secara benar.
Apoteker: Pilar Strategis dalam Kampanye Penggunaan Antibiotik Rasional
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor dan peran strategis tenaga kefarmasian, Dinkes Kalsel berharap resistensi antibiotik dapat ditekan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya















[…] Baca juga : https://zonacyber.id/apoteker-garda-terdepan-lawan-resistensi-antibiotik-di-kalimantan-selatan/ […]