Klaim Sepihak Dari Humas PT. BPG Terkait Soal Limbah, Tidak Sesuai Dengan Fakta Dilapangan

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonacyber.idKubu Raya | KALBAR (11/06/2025).

Dikutip dari Media online Lintas News, hasil investigasi dilapangan yang dilakukan oleh Tim Media dan Aktivis Lingkungan, menemukan berbagai kejanggalan seperti Limbah yang dihasilkan dari Perusahaan, mengakibatkan dampak yang sangat besar dan membahayakan bagi kelangsungan hidup Masyarakat serta Mahluk hidup.

Menurut tim Media dan Aktivis sendiri menilai, pernyataan H. Rudi selaku Humas Perusahaan PT. Bumi Perkasa Gemilang (BPG), yang menyebut Perusahaan telah memenuhi standar operasional dalam pengelolaan limbah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut sangat tidak mendasar dan sontak menuai kontroversi. Namun sayangnya, narasi manis yang dikemas lewat media online Lintas News itu justru bertolak belakang dengan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.

Tim Investigasi Kujang, yang turun langsung ke lokasi aktivitas perusahaan, menemukan kenyataan pahit. Limbah mencemari lingkungan sekitar. Udara tercemar, air menghitam, dan warga menderita dalam diam. Jauh dari standar operasional, yang ada hanyalah penderitaan.

“Kenyataan di lapangan sungguh menyedihkan. Jauh dari klaim humas perusahaan. Ini bukan sekadar pelanggaran, tapi krisis kemanusiaan,” ujar salah satu anggota Tim Investigasi Kujang.

Ia juga menyoroti integritas media yang menerbitkan hak sanggah tanpa penelusuran fakta.

“Hak sanggah memang hak setiap individu, tapi menyampaikan informasi tanpa verifikasi justru bisa memperkeruh keadaan. Kalau tidak sesuai kenyataan, itu sudah masuk ranah hoaks,” tegasnya.

Menariknya, dari komunikasi via WhatsApp yang diperoleh tim investigasi, muncul dugaan adanya tekanan kepada salah satu oknum media (inisial JD) yang tampak sangat terpukul dengan munculnya pemberitaan soal limbah. Diduga ada kepentingan yang sedang dijaga.

“Ada apa di balik ini?” ucap salah satu Tim investigasi. Pertanyaan itu menggantung di antara bau menyengat limbah dan ketakutan warga yang tak berani bersuara.

Klimaks terjadi saat seorang ibu datang ke puskesmas sambil menggendong bayi 8 bulan yang tubuhnya dipenuhi bercak merah. Ia meminta dan, memohon agar masalah ini dihentikan.

“Kami perjuangkan hak kalian. Kenapa justru minta dihentikan?” tanya seorang Tim Investigasi.

“Bukan kami tak mau abang bantu, tapi susah omong, bang. Sudahlah, tak apa… kami memang seperti ini,” jawabnya dengan suara bergetar dan penuh ketakutan.

Potret ini menjadi bukti bahwa warga berada di bawah tekanan psikologis yang berat. Ketakutan lebih kuat dari harapan. Padahal di balik air mata dan bercak merah di tubuh sang bayi, tersimpan pesan bahwa lingkungan mereka sedang sekarat.

Kasus ini mengundang perhatian luas. Bukan hanya tentang pencemaran lingkungan, tapi tentang keberanian menyuarakan kebenaran di tengah ketakutan. Tim Investigasi Kujang menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami tidak akan berhenti. Ini bukan hanya tentang lingkungan, ini soal kemanusiaan,” tegas mereka.

Redaksi mengajak seluruh pihak yang memiliki informasi tambahan untuk menghubungi Tim Investigasi Kujang. Suara Anda bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Editor : Zonacyber.id // TIMRED [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum
Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Tabrakan Maut di Kedamin Darat: Manuver Nekat Berujung Tragedi, Satu Tewas Ditempat
KLARIFIKASI RESMI ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIMBUNAN SOLAR DI SAYAN
AMBULANS TAK MAMPU MENANJAK, JALAN RUSAK DI SERAWAI KEMBALI TELAN KORBAN LAYANAN KEMANUSIAAN
Bala-Rony Ingkar Janji, Aliansi PERANG Sintang Ultimatum Segel Kantor Camat
PROYEK APBN BARU SEUMUR JAGUNG SUDAH RETAK: KUALITAS DIPERTANYAKAN, PENGAWASAN DIPERTARUHKAN
Kematian Zaki Azizi Picu Perhatian Publik, Pengamat Minta Polda Kalbar Evaluasi Penyidikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 17:26 WIB

Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum

Rabu, 8 April 2026 - 21:16 WIB

Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC

Selasa, 7 April 2026 - 16:21 WIB

Tabrakan Maut di Kedamin Darat: Manuver Nekat Berujung Tragedi, Satu Tewas Ditempat

Senin, 6 April 2026 - 23:33 WIB

KLARIFIKASI RESMI ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIMBUNAN SOLAR DI SAYAN

Sabtu, 4 April 2026 - 22:29 WIB

AMBULANS TAK MAMPU MENANJAK, JALAN RUSAK DI SERAWAI KEMBALI TELAN KORBAN LAYANAN KEMANUSIAAN

Berita Terbaru