Dalam hal ini, Saudara Daniel sendiri memberikan penjelasan yang tidak sesuai dan tidak sinkron dengan apa yang di sampaikan nya, saat hari berikutnya di hubungi kembali oleh awak Media dan berkomunikasi langsung via telepon WhatsApp dan berhasil terekam di Telepon seluler pada Jum’at, 23 Mei 2025.
Dari hasil rekaman awak Media, Daniel malah menjelaskan dengan argumen yang berbeda tentang kayu-kayu tersebut seolah-olah hanya sebagai titipan sesuai pesanan dari orang lain yang di tawarkan kepadanya.
Menurutnya, “Kayu itu hanya ukuran kecil bang dan itu kayu-kayu lokal dari beberapa orang yang menawarkan kepada kita. Kalau kayu itu murah ya kita beli, atau pas stok kayu juga kurang maka kita beli sesuai kecocokan harga yang agak murah,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat Awak media menanyakan sumber kayu berasal kepada Daniel, “kami tak pernah beli kayu dari Melawi bg. Kalau dari Kapuas Hulu, kadang kadang ada yang ngantar dalam 3 mingguan gitu bg dan beli- beli gitu lah bang. Ada yang juga menawarkan kayu dan siap mengantarkan pakai mobil Pickup, kita bilang nanti dulu lah, mungkin kamipun untuk sementara mau istirahat dulu.”
“Kamipun hanya terima kayu kecil, yang sudah jadi dan tidak ada sistem belah seperti yang diberitakan oleh Media. Kami hanya terima kayu yang sudah jadi.”
Daniel pun menambahkan saat kembali di pertanyakan oleh awak Media, dan dia menjelaskan, “baru-baru ini juga ada dua orang oknum Polres Sintang yang kesini menanyakan hal itu. Lihat-lihat kesini dan kami bilang tidak ada mesin belah, sayapun lupa dengan namanya bang,” ungkapnya saat mengakhiri komunikasi via telpon.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














