Pasien BPJS Asal Sambas Terlantar: RS Saling Lempar Tanggung Jawab, Sistem Rujukan Disorot

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien BPJS Asal Sambas Terlantar: RS Saling Lempar Tanggung Jawab, Sistem Rujukan Disorot (Gambar ilustrasi AI)

i

Pasien BPJS Asal Sambas Terlantar: RS Saling Lempar Tanggung Jawab, Sistem Rujukan Disorot (Gambar ilustrasi AI)

Zonacyber.id, Sambas, Kalbar – Ali Suhardi (47), warga Desa Mak Tanggok, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, menjadi korban carut-marutnya sistem layanan kesehatan di Kalimantan Barat.

Meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, Ali justru harus menempuh perjalanan ratusan kilometer tanpa mendapatkan kepastian layanan medis.

Rujukan Berulang Kali Tanpa Hasil, Pasien BPJS Merasa Dipermainkan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penderita saraf terjepit ini awalnya dirujuk dari RSUD Pemangkat ke RSUD Abdul Aziz Singkawang, lalu ke RS Kartika Husada Kubu Raya.

Namun, ia tidak mendapat pelayanan karena alasan antrean penuh dan diminta datang kembali lima hari kemudian.

“Kami datang jauh-jauh dari Sambas ke Pontianak, tapi cuma disuruh pulang. Katanya penuh. Disuruh balik lagi Senin. Kami bawa anak istri, ini sangat melelahkan,” keluh Ali, Kamis (22/5).

Permintaan Bius untuk Pemeriksaan MRI Malah Ditolak

Penderitaan berlanjut saat ia datang kembali sesuai jadwal.

RS Kartika Husada justru menyarankannya kembali ke RSUD Abdul Aziz untuk mendapatkan rujukan tambahan untuk tindakan bius sebelum MRI.

Namun, pihak RS Abdul Aziz menolak dan menyarankan ke RS Antonius—tanpa menggunakan BPJS.

“Saya sudah tiga kali coba MRI. Sakitnya luar biasa. Saya cuma minta dibius, tapi malah dilempar ke sana ke mari,” ujar Ali.

Keluarga Kritik Sistem Rujukan BPJS yang Dinilai Amburadul

Ita Rosita (43), istri Ali, menilai prosedur rujukan BPJS sangat tidak transparan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧, 𝐒𝐮𝐧𝐠𝐚𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐤𝐞𝐫𝐮𝐤: 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠, 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤?
Komisi I DPRD Kalbar Terima Aspirasi Tokoh Islam Terkait Dugaan Aliran Sesat, Pelapor Nilai Ada Cacat Penanganan Hukum
Jalan Bak Kubangan Maut, DPR dan Pemerintah Dinilai Gagal Urus Nasib Warga Pedalaman Sintang
Warga Bayar Pajak, Dapat Lumpur: Jalan Provinsi di Ketungau Hilir Jadi Bukti Kelalaian Nyata
Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum
Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Tabrakan Maut di Kedamin Darat: Manuver Nekat Berujung Tragedi, Satu Tewas Ditempat
KLARIFIKASI RESMI ATAS PEMBERITAAN DUGAAN PENIMBUNAN SOLAR DI SAYAN
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:29 WIB

𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧, 𝐒𝐮𝐧𝐠𝐚𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐤𝐞𝐫𝐮𝐤: 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠, 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤?

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:10 WIB

Komisi I DPRD Kalbar Terima Aspirasi Tokoh Islam Terkait Dugaan Aliran Sesat, Pelapor Nilai Ada Cacat Penanganan Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Jalan Bak Kubangan Maut, DPR dan Pemerintah Dinilai Gagal Urus Nasib Warga Pedalaman Sintang

Kamis, 23 April 2026 - 17:13 WIB

Warga Bayar Pajak, Dapat Lumpur: Jalan Provinsi di Ketungau Hilir Jadi Bukti Kelalaian Nyata

Rabu, 15 April 2026 - 17:26 WIB

Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum

Berita Terbaru