Proyek Pengamanan Pantai Rp 19 Miliar di Ketapang Diduga Sarat Masalah: Dikerjakan Melewati Tahun Anggaran, Banyak Item Tak Sesuai Spesifikasi

- Penulis

Selasa, 17 Juni 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

• Pembersihan lahan

• Galian dan timbunan

• Pekerjaan sirtu dan pasir urug

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

• Perancangan dan pemasangan cerucuk diameter 10 cm

• Pemasangan matras bambu

• Pengadaan dan pemasangan geotextile (non woven)

• Pekerjaan kubus beton 80x80x80 K-350 dan 40x40x40 K-350

• Paving blok

• Drainase

• Urugan batu di belakang kubus beton

Namun di lokasi, menurut Mustakim, beberapa pekerjaan tidak tampak dikerjakan secara utuh. “Item-item seperti cerucuk, matras bambu, pasir urug, dan pemasangan geotekstil tampak tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun volume yang seharusnya. Ini patut didalami,” ujarnya.

Ia juga menyoroti belum adanya kejelasan terkait prosentase realisasi fisik dan pembayaran yang telah dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I.

“Kita tidak tahu berapa persen progres fisik aktual yang sudah dicapai dan berapa persen pembayaran yang sudah dilakukan ke pelaksana. Tanpa transparansi, potensi penyimpangan akan terus terjadi,” tambah Mustakim.

Yang lebih mencurigakan lagi, menurut hasil pantauan IWO-I, proyek ini pada 2025 terlihat masih dikerjakan, namun belum ada kejelasan apakah tetap oleh PT Melindungi Pratama Putra atau sudah berganti kontraktor lain. Mustakim menduga adanya indikasi pemecahan kontrak atau penunjukan langsung secara diam-diam untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.

Tim Media Investigasi telah mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Pranomo, Kepala Satker Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, namun ia hanya memberi pernyataan singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.zonacyber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧, 𝐒𝐮𝐧𝐠𝐚𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐤𝐞𝐫𝐮𝐤: 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠, 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤?
Komisi I DPRD Kalbar Terima Aspirasi Tokoh Islam Terkait Dugaan Aliran Sesat, Pelapor Nilai Ada Cacat Penanganan Hukum
Jalan Bak Kubangan Maut, DPR dan Pemerintah Dinilai Gagal Urus Nasib Warga Pedalaman Sintang
Akses Vital Jadi Jalur Penderitaan, Jalan Simpang Mumbung–Nanga Siyai Makin Parah Tanpa Solusi
Proyek PUPR Sintang Rp 6 Miliar Dipertanyakan, Baru Selesai Sudah Rusak di Masa Pemeliharaan
Warga Bayar Pajak, Dapat Lumpur: Jalan Provinsi di Ketungau Hilir Jadi Bukti Kelalaian Nyata
Sorotan 11 Proyek SDA Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar Tekankan Audit Investigatif Sebelum Proses Hukum
Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:29 WIB

𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧, 𝐒𝐮𝐧𝐠𝐚𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐤𝐞𝐫𝐮𝐤: 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠, 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤?

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:10 WIB

Komisi I DPRD Kalbar Terima Aspirasi Tokoh Islam Terkait Dugaan Aliran Sesat, Pelapor Nilai Ada Cacat Penanganan Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Jalan Bak Kubangan Maut, DPR dan Pemerintah Dinilai Gagal Urus Nasib Warga Pedalaman Sintang

Kamis, 30 April 2026 - 10:29 WIB

Akses Vital Jadi Jalur Penderitaan, Jalan Simpang Mumbung–Nanga Siyai Makin Parah Tanpa Solusi

Jumat, 24 April 2026 - 12:02 WIB

Proyek PUPR Sintang Rp 6 Miliar Dipertanyakan, Baru Selesai Sudah Rusak di Masa Pemeliharaan

Berita Terbaru