Kades Kenyauk Bantah Semua Tuduhan
Menanggapi tuduhan yang dilayangkan oleh warga, Kepala Desa Kenyauk, Anwar, memberikan klarifikasi kepada media ini. Menurutnya, tudingan tersebut tidak berdasar dan justru merupakan upaya pihak tertentu yang memiliki motif politik.
“Silakan dicek langsung ke Desa kami. Apakah benar tidak ada pembangunan? Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun ini tidak sampai Rp1 miliar. Jadi prioritas pembangunan kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” tegas Anwar.
Ia juga menampik isu bahwa dirinya jarang berada di kantor. Menurut Anwar, ia tetap hadir di kantor dari Senin hingga Jumat, dan hanya bekerja di tambang emas milik keluarganya pada akhir pekan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau saya kerja tambahan hari Sabtu-Minggu itu karena kebutuhan. Tapi tetap tugas utama sebagai Kades saya jalankan. Tuduhan saya jarang ngantor itu tidak benar!” imbuhnya.
Kades Anwar juga menjelaskan bahwa proyek fisik seperti perbaikan jembatan dan pembangunan drainase sudah direncanakan dan bahkan beberapa di antaranya sudah dikerjakan meskipun dana dari pemerintah belum cair.
“Contohnya drainase yang baru-baru ini kami kerjakan. Dana belum cair, tapi kami tetap jalankan proyek pakai dana talangan senilai Rp23 juta demi kepentingan warga. Masyarakat tidak tahu proses keuangan desa seperti apa,” katanya.
Pengawasan dan Transparansi Diperlukan
Menanggapi isu ini, beberapa pengamat desa menyarankan agar aparat pengawas internal pemerintah daerah turun langsung mengecek kondisi lapangan dan keuangan desa. Pengawasan dari Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sangat dibutuhkan agar tidak ada penyalahgunaan wewenang atau penyimpangan dalam penggunaan dana publik.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














